Showing posts with label Parawisata. Show all posts
Showing posts with label Parawisata. Show all posts

Wisata Puncak Dulamayo Selatan Objek Wisata Alam Gorontalo

Puncak Dulamayo merupakan salah satu objek wisata, yang belum banyak diketahui oleh Masyarakat Gorontalo. Terletak di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo ini menjadi salah satu objek yang dapat dijadikan pilihan bagi anda untuk menikmati sejuknya udara pegunungan di pagi hari.
(Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XjeXSfonAF8)

Area wisata Puncak Dulamayo berada di Desa Dulamayo Selatan, Kabupaten Gorontalo. Untuk mencapai desa ini anda harus melewati jalan yang menghubungkan antara Desa Tupa dan beberapa desa di Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango.

Dari pusat Kota Gorontalo dengan mengendarai mobil kurang lebih membutuhkan waktu satu setengah jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menanjak 30 menit rasa letih langsung dapat terbayarkan.

Dengan pemandangan yang pastinya mempesona dari atas puncak anda dapat menyaksikan hamparan bukit yang terbentang luas. Hamparan hijau pegunungan itu sungguh membuat hati terasa damai dan nyaman.

Dari kejauhan terlihat Kota Gorontalo dengan deretan bangunan yang berdiri rapi. Bila malam hari pemandangan ini pasti berubah menjadi kumpulan lampu-lampu penerangan yang menghiasi Kota Gorontalo.
(Sumber: https://www.picgrum.com/user/explore_gorontalo/2032708388)

Sejumlah pemadangan indah terhampar dari Puncak Dulamayo, tempat wisata di Gorontalo yang belum banyak diketahui orang.

Dengan pemandangan yang pastinya mempesona dari atas puncak anda dapat menyaksikan hamparan bukit yang terbentang luas. Hamparan hijau pegunungan itu sungguh membuat hati terasa damai dan nyaman.

Dari kejauhan terlihat Kota Gorontalo dengan deretan bangunan yang berdiri rapi. Bila malam hari pemandangan ini pasti berubah menjadi kumpulan lampu-lampu penerangan yang menghiasi Kota Gorontalo.

Sejumlah pemadangan indah terhampar dari Puncak Dulamayo, tempat wisata di Gorontalo yang belum banyak diketahui orang. (Liputan6.com/Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy).

Tak cuma Kota Gorontalo, sudut pemandangan lain tersaji jika anda mengarahkan pandangan sedikit ke arah barat. Maka akan terlihat genangan air Danau Limboto ibarat sebuah metamorfosa di padang pasir.

Tak hanya menikmati pemandangan puncak saja, Puncak Dulamayo menawarkan berbagai tempat untuk berfoto. Misalnya hutan pinus.

Sirajudin, salah seorang wisatawan yang juga fotografer itu ketika diwawancarai mengatakan, tempat ini sangat bagus dijadikan objek pemotretan.

"Bagus sekali, apalagi pada saat sunrise pemandangan luar biasa, ditambah lagi adanya pohon pinus berasa seperti di Jogja. Semoga Puncak Dulamayo jadi tempat wisata pilihan bagi warga luar daerah Gorontalo," ia mengungkapkan.

Adapun tempat wisata ini dikelilingi tumbuhan tahunan berupa pohon cengkih dan pohon pinus, serta beberapa pohon lain yang menjadi ciri khas hutan tropis.

Simak selengkapnya tentang Puncak Dulamayo Selatan melalui video ini :

Yuk, Wisata Ke Benteng Otanaha

Benteng Otanaha merupakan objek wisata yang terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522. Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga, sehingga jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348.
Yuk, Wisata Ke Benteng Otanaha
dafrar.co
Sejarah
Belum ada hasil penelitian sejarah yang pasti mengenai pembangunan Benteng Otanaha. Namun setidaknya hingga saat ini terdapat dua versi cerita yang dipercayai masyarakat Gorontalo.

Menurut sejarah Gorontalo, abad 15 berdiri Kerajaan Pinohu (Pinogu) yang diperintah seorang Raja bernama Wadipalapa berasal dari Langit, yang oleh orang Bugis-Makassar dikenal dengan nama "Remmang Ri Langi". Ketika raja ini mangkat, kerajaan Pinohu berubah nama menjadi Tuwawa (Suwawa). Pada tahun 1481 berubah lagi dengan nama kerajaan Bune (Bone). Sekitar tahun 1585, muncul salah seorang keturunan raja yang digelari rakyatnya dengan Wadipalapa II, di tangan Wadipalapa II kemudian muncul gagasan untuk memperluas kerajaan Bune dengan cara damai. Maka diperintahkanlah rakyatnya mencari lahan baru dengan membagi warganya menjadi dua rombongan. Jalur utara dari Suwawa, Wonggaditi terus ke Huntu Lo Bohu dipimpin Hemeto. Sedang jalur selatan mulai dari Potanga, Dembe, terus ke Panipi diserahkan kepada Naha. Jalur Utara yang dinakhodai Naha, akhirnya tiba di Dembe dan menemukan benteng tersebut berada di atas bukit.

Literatur lainnya berbeda dalam menceritakan sosok Naha. Kononnya tokoh ini adalah anak dari Raja Ilato dan Permaisuri Tilangohula yang memerintah Kerajaan Gorontalo pada abad 15. Naha memiliki dua saudara, Ndoba dan Tiliaya. Ketika dirinya remaja, ia memilih merantau negeri seberang. Sampai suatu masa, Ndoba dan Tiliaya memimpin perlawanan mengusir Portugis yang dianggap memperalat mereka dalam mengusir para bajak laut. Padahal, sebelumnya Portugis meminta bantuan dan sepakat dengan pihak kerajaan Gorontalo, setelah pelayaran mereka terganggu oleh cuaca buruk dan bajak laut serta kehabisan makanan. Kesepakatan dengan kerajaan gorontalo adalah guna memperkuat pertahanan dan keamanan negeri, maka dibuatlah 3 benteng di Kelurahan Dembe sekarang. Pertempuran mengusir Portugis, Ndoba dan Tiliaya dibantu oleh angkatan laut yang dipimpin 4 orang, yakni, Apitalao Lakoro, Apitalao Lagona, Apitalao Lakadjo, dan Apitalao Djailani. Sekitar 1585, Akhirnya Naha kembali dan menemukan benteng tersebut, dan kemudian memperisteri seorang perempuan bernama Ohihiya. Dari pasangan lahirlah dua putera, Paha (Pahu) dan Limonu.

Yuk, Wisata Ke Benteng Otanaha

Yuk, Wisata Ke Benteng Otanaha
photo today by @nunki_ taken at Benteng Otanaha
Seperti provinsi lain di negeri ini, Gorontalo juga memiliki benteng bersejarah. Salah satunya adalah benteng Otanaha. Walau hanya menyisakan dinding, bangunan yang berdiri di atas bukit ini masih menjadi salah satu tujuan wisata di Gorontalo.
Benteng Otanaha terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, atau sekitar 20 menit perjalanan darat dari Kota Gorontalo. Lokasi benteng juga bersebelahan langsung dengan Danau Limboto, satu-satunya danau di Gorontalo. Untuk bisa masuk ke areal benteng, pengunjung harus membeli tiket.

Sesampainya di halaman kompleks benteng, pengunjung bisa menuju benteng dengan berjalan kaki melahap 351 anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat yang mengarah langsung ke puncak bukit. Cara lain adalah menggunakan mobil atau sepeda motor melewati jalan beraspal yang juga langsung ke puncak bukit. Terdapat areal parkir yang luas di kawasan itu.

Dari benteng di puncak bukit, pengunjung akan disuguhi pemandangan sebagian wilayah Kota Gorontalo, khususnya permukiman warga di tepian Danau Limboto. Rumah beratap seng tampak dari atas serta kendaraan yang berlalu lalang di jalanan juga tampak jelas. Dari benteng ini pula pemandangan utuh danau dari sisi barat bisa didapatkan.

Idealnya, berwisata ke benteng Otanaha pada pagi atau sore hari. Matahari di Gorontalo pada siang hari cukup membuat kulit menjadi gosong. Suasana pagi atau sore cukup bagus bagi penggemar fotografi untuk mengambil foto dengan suasana benteng kuno.

Beberapa teman di komunitas penggemar fotografi kerap berburu foto di Otanaha. Jika pencahayaan matahari pas, foto yang dibuat di Otanaha bisa menghasilkan gambar yang bagus. Otanaha juga kerap dijadikan lokasi pengambilan foto prewedding.

Benteng Otanaha juga beberapa kali dipakai untuk pentas seni. Mahasiswa Jurusan Seni Drama Tari dan Musik Fakultas Sastra Budaya Universitas Negeri Gorontalo kerap berlatih atau pentas di benteng ini.

Yuk, Ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

(daftar.co)
Profil Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) adalah sebuah kawasan vegetasi hutan tropis yang ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1991 dan terletak di Semenanjung Minahasa, perbatasan antara provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara.

Bogani Nani Wartabone merupakan taman nasional darat terbesar di Sulawesi, dengan luas 282.008,757 hektare. Namun, ada perubahan fungsi dan peruntukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 325 tahun 2010.

Perubahan fungsi tersebut berupa hutan produksi terbatas (HPT) seluas 15.012 hektare, hutan produksi (12 hektare), dan areal penggunaan lain (167 hektare). Perubahan fungsi kawasan hutan lain menjadi kawasan taman nasional yaitu hutan produksi menjadi taman nasional seluas 1.831 hektare, hutan lindung menjadi taman nasional seluas 8.146 hektare, dan hutan produksi terbatas menjadi taman nasional seluas 462 hektare. Hal ini yang membuat luasan TNBNW berubah yang semula 287.115 hektare menjadi 282.008,757 hektare.

Sebelumnya, taman nasional ini bernama Taman Nasional Dumoga Bone. Hutan tersebut merupakan penggabungan dari Suaka Margasatwa Dumoga (93.500 hektar), Cagar Alam Bulawan (75.200 hektar), dan Suaka Margasatwa Bone (110.000 hektar). Kawasan ini ditetapkan sebagai TNBNW pada 18 November 1992, melalui surat keputusan Menteri Kehutanan saat itu.[2] Nama taman nasional ini sendiri diambil dari nama Nani Wartabone, Pahlawan Nasional Indonesia asal Gorontalo.

Selain memiliki kekayaan flora dan fauna, taman nasional Bogani Nani Wartabone juga memiliki potensi wisata alam seperti air terjun, sumber air panas, goa batu dan stalaktit Hungayono, habitat burung maleo di Hungayono, dan panorama alam (landscape view) di Bukit Peapata. Namun, yang lebih terkenal di kawasan ini adalah tiga spesies kunci, yaitu burung maleo, anoa, dan babi rusa.

Saat ini, teridentifikasi 125 jenis burung, 24 jenis mamalia, 23 jenis amphibi dan reptil, serta 289 jenis pohon. TNBNW juga habitat bagi flora endemik seperti cempaka, palem matayangan, dan nantu.

TNBNW juga memiliki nilai jasa lingkungan seperti wisata dan pemanfaatan air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan. Terdapat sekitar 125 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional dan mereka juga memanfaatkan air dari dalam kawasan untuk konsumsi, pertanian, maupun PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro).

TNBNW tidak semata melindungi kekayaan alam berupa flora dan fauna. Tapi juga mempunyai jasa ekologis sebagai daerah resapan dan tangkapan air. Contohnya, untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Dumoga yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow, mampu melayani kebutuhan irigasi pertanian padi, sehingga kabupaten tersebut dikenal sebagai lumbung padi di Sulawesi Utara. Sementara DAS Bone, menopang kebutuhan air bersih untuk seluruh masyarakat di Kota Gorontalo.
(sumber: id.wikipedia.org)
Yuk, Ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

blog.theclymb.com
Gorontalo tidak hanya terkenal dengan danau Limbotonya. Namun, Anda jangan lupa untuk berkunjung ke sebuah taman nasional yang bernama Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Terletak di sebuah Semenanjung Minahasa dengan luas sekitar luas sekitar 287.115 Hektar, membuat taman nasional ini memiliki beraneka ragam kekayaan baik dari flora dan fauna dengan beragam spesies hadir disini. Bahkan sebagian besar dari flora dan fauna tersebut merupakan spesies endemik yang hanya hidup di taman nasional tersebut. Wilayah TNBNW meliputi di dua provinsi, yaitu Provinsi Gorontalo (40% luas keseluruhan) dan Provinsi Sulawesi Utara (40% luas keseluruhan), tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara serta kecamatan Suwawa dan Bonepantai di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Diambil dari nama seorang tokoh pahlawan asli Gorontalo, taman nasional ini memang belum terlalu terkenal. Namun, tidak ada salahnya Anda berkunjung jika Anda senang dengan wisata petualangan yang memiliki pesona kekayaan alam baik dari flora dan fauna yang beragam. Tidak hanya dapat menikmati indahnya hutan hujan tropis Sulawesi, di dalam taman nasional ini juga ada beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi.

Diantaranya adalah beberapa air terjun, sumber dan pemandian air panas serta gua kapur yang berada di kawasan yang sama. Anda bisa mengelilingi taman wisata dan mengakhirinya dengan berendam di sumber atau pemandian air panas sembari menikmati indahnya alam Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Selain itu Anda juga bisa melakukan hiking, berkemah, susur sungai atau bahkan hunting foto jika Anda adalah pencinta fotografi. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone ini merupakan sebuah taman wisata yang cocok bagi para wisatawan yang menyukai petualangan di alam bebas.