9 PANWAS DESA SE KECAMATAN TELAGA DI LANTIK

(Doc. Tim Publikasi Panwascam Telaga)


Sejumlah 9 Pengawas Pemilihan Umum Desa dan Kelurahan (PKD) se-Kecamatan Telaga secara resmi dilantik dan dikukuhkan. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Telaga Sri Handayani Nono. S.Pd di Gedung White Castle Telaga, Senin (6/2/2023).


Acara pelantikan dihadiri oleh Camat Telaga Drs. H. Rusman Zakaria, Kapolsek Telaga di wakili Kanit Samapta, Jenal Tuwondila dan Babinsa Telaga, Bawaslu Kabupaten Gorontalo, di wakili oleh staf Bawaslu Kab. Gorontalo, Nugraha Adi Permana. SH, (staf Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas), PPK Kecamatan Telaga, dan undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Camat Telaga Drs. H. Rusman Zakaria menegaskan, agar PKD yang telah dilantik dapat melaksanakan tugasnya sebagai pengawas dalam menciptakan Pemilu yang demokratis, berintegritas, serta memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat.


“Saya berharap teman-teman dapat memahami tugas dan peranannya,” ujar Camat.


Sementara itu Camat Telaga berharap, PKD yang telah dilantik dapat bekerja dengan penyelenggara Pemilu lainnya untuk menyukseskan Pemilu, baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada, yaitu dengan mejaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak Panwascam maupun dengan Bawaslu Kabupaten Gorontalo secara vertikal.

Foto bersama usai pelantikan Panwas Desa (Doc. Tim Publikasi Panwascam Telaga)


Setelah dilantik, ke-9 PKD itu langsung mengikuti bimbingan teknis yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan Telaga. Bimbingan Teknis disampaikan oleh anggota Bawaslu Kordiv HP2H Moh.Vazri Arsyad .S.Pd, SH.MH dan staff divisi HP2H Nugraha Adi Permana (Tim Publikasi Panwascam Telaga)

Pahlawanku Idolaku, JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH !!

sumber foto : gardaindonews.com

Sukarno memperingatkan pentingnya sejarah kepada masyarakat secara umum, bukan pada siswa sekolah saja. Kalimat tersebut bahkan terkenal dengan istilah “jas merah”. Artinya, Sukarno sedang membahas inti dan puncak dari urgensi sejarah, yaitu bagaimana seharusnya kita berpijak dan mengacu pada sejarah.


“Pahlawanku Idolaku” adalah untuk mengingatkan kepada para generasi muda sebagai penerus cita-cita agar nilai perjuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun.


Sudah disadari semuanya bahwa dinamika perubahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat desa dulohupa saat ini masih terdapat permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran  dan lainnya yang bisa mengganggu kelangsungan keharmonisan bermasyarakat.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut kita harus bahu-membahu bersama-sama melakukan segala upaya agar impian dan harapan menjadi Dulohupa yang Madani, berdaulat adil, makmur sejahtera dapat menjadi kenyataan.


Modal sosial yang harus diperkuat adalah menjaga jati diri sebagai warga yang hebat untuk membangun Desa Dulohupa yang lebih kuat, kokoh dan harmonis dalam bingkai Dulohupa yang Madani.


Semangat kepahlawanan dalam perjuangan yang dipresentasikan dalam bentuk cinta Desa Dulohupa, pantang menyerah, peduli dan berbagi toleransi harus menjadi sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi waktu kini dan akan datang.


Dulohupa yang saat ini menjadi Desa yang berdaulat dan terhormat bukan hadiah atau pemberian dari manapun, tetapi telah melalui proses perjuangan panjang dan dipenuhi pengorbanan yang luar biasa oleh pendiri desa terdahulu.


Jika masyarakat, Pemerintah dan lembaga desa menjadi satu, maka tidak ada yang bisa menghalangi Desa Dulohupa menjadi Desa yang lebih kuat di Kecamatan Telaga.


Salam cerdas dari Bapak Orion Daud, S.Pd, calon kades no urut 1.

sumber foto : https://slideplayer.info/slide/4084049/

UNTUKMU YANG SEDANG MENGENAKAN TOPENG

topeng via http://ganlob.com

Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) saat ini sedang berproses menuju puncaknya di tahun 2022 mendatang. Sebagai alumni Fasilitator di program ini, merasa sangat bangga atas pencapaian program di kelurahan maupun desa saat ini. Senangnya ketika melihat senyum sumringah masyarakat yang sebelumnya terdampak akibat lingkungannya yang kumuh menjadi lingkungan paling indah. Mereka terlihat sehat, bahagia serta bersyukur atas adanya program ini.


Semua ini tak lepas dari peran penting Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta relawan dan masyarakat setempat, yang telah berjuang keras dalam menyusun perencanaan yang begitu apik. Sehingga melahirkan perencanaan kawasan bebas kumuh yang sangat matang dan terukur.


"Pengorbanan yang tak pernah berujung" kata sebagian dari mereka, kini telah berujung nikmat nan indah bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada di kawasan itu saja, tapi juga dirasakan oleh seluruh masyarakat di desa/kelurahan itu.


Sayangnya, sangat miris ketika aset yang susah payah di bangun oleh BKM, KSM, Relawan dan Masyarakat khususnya di kampung sendiri, mulai di agung-agungkan untuk kepentingan yang bukan pada tempatnya.


Seolah-olah berkat mereka yang menggunakan aset ini sebagai alat bagi kepentingannya, menganggap pencapaian ini terjadi berkat dirinya. Hidup penuh dengan kepura-puraan, sadarlah... sejatinya berkat gotong royong masyarakatlah impian bebas kumuh diwilayah itu terpenuhi.


Penghargaan yang dibuat-buatpun kini nampak sekali untuk kepentingannya itu, membuat topeng baginya seakan membenarkan tentang hatinya yang telah ditutupi oleh hasratnya untuk meraih kepentingannya sendiri. Apakah lupa jika yang sedang dilakukan itu telah mengabaikan semua pengorbanan BKM, KSM serta Relawan dan masyarakat?


Sedikitpun rasa malu tak pernah telintas dipikirannya sebelum melakukannya. Seharusnya sadar, bahwa yang paling pantas menerima penghargaan setitingginya adalah masyarakat, yang tak lain dipelopori oleh Badan Keswadayaan Masyarakat.


Saya sedih dengan kondisi ini. Tapi.... yah sudahlah... masyarakatlah yang paling tau alur cerita sesungguhnya.


Mmmmmm, BDW.... Tak lupa ucapan terima kasih banyak saya haturkan kepada teman-teman Fasilitator, tim Korkot, dan tim OSP yang sudah mendampingi dan menghantarkan masyarakat hingga sampai ke status bebas Kumuh (walaupun sebagian desa/kelurahan mungkin belum, hehe).


Program KOTAKU memang luar biasa !!!

Semangat terus buat semua teman-teman disana !!

Dulohupa dan sebagian besar Desa/Kelurahan di Gorontalo benar-benar telah BERANI BERUBAH !

*Salam Pemberdaya!!*

==========================

Link dibawah ini adalah tulisan akhir saya untuk KOTAKU GORONTALO.

BACA ARTIKEL : OSP 8 Gorontalo Gelar Pelatihan Tim Korkot-Fasilitator


Nostalgia yang tak terlupakan adalah menulis, mengabarkan kepada Nasional tentang apa yang kita lakukan saat itu. Masya Allah, indah sekali.


Kami Butuh Sosok Baru untuk Desa Dulohupa yang Lebih Baik

 

Foto : Orion Daud. S.Pd (Calon Kades No. Urut 01)
Foto : Orion Daud. S.Pd (Calon Kades No. Urut 1)

Ciri yang menonjol dari pemerintahan desa selama ini adalah kegiatan rutin administratif, seperti pelayanan surat-menyurat, pelaporan keuangan proyek, mengisi formulir perencanaan, dan lain-lain.


Kini, pemerintah desa jangan lagi terjebak. Ia harus bergeser ke berbagai kegiatan yang bermakna untuk rakyat. Sebagai pemimpin rakyat di desa. Kepala desa harus banyak berdialog dengan semua elemen masyarakat, termasuk kelompok warga yang kritis dan kelompok yang rentan.


Kenapa? Mereka pasti mempunyai aspirasi (kepentingan) secara beragam yang selama ini tidak tersentuh oleh masyarakat. 


Hari ini kita butuh sosok Kepala desa yang mampu memformulasikan kebijakan baru yang muncul dari aspirasi banyak komponen masyarakat ke dalam perencanaan desa, penganggaran desa, dan peraturan desa. 


Kita butuh Kepala desa yang mampu berpikir cerdas dan berani mengambil prakarsa perubahan lebih baik dari sebelumnya, sepanjang tidak secara eksplisit menabrak peraturan karena semata-mata untuk melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan yang bermanfaat untuk rakyat banyak.


Kita ingin Kepala desa yang mampu mengenal dan merangkul warganya. Kemampuan itu akan mempermudah keterlibatan masyarakat untuk hadir, terlibat aktif, menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan. Kepala desa harus bisa mewadahi semua komponen, dan bahkan menjadi saluran di mana kesemuanya dapat melibatkan dan mempercayakan kepada pihak lain.


Masyarakat tak harus mesti berpuas diri dengan apa yang sudah diperoleh desa saat ini. Begitupun dalam pembangunan Desa, tidak ada kata "reset ulang dari nol" ungkapan ini kurang bijak dan salah sasaran. Seharusnya adalah memulai perencanaan lebih baik, pelaksanaannya lebih baik, pengawasan serta evaluasi yang lebih baik dari sebelumnya.


Dan sosok yang paling tepat untuk harapan besar itu, adalah Bapak Orion Daud, S.Pd (Pak Guru Ori), calon Kades Dulohupa dengan nomor urut 1.


Jika kalian masih bingung dengan pilihan kalian, Saya ajak Anda untuk berfikir jernih dengan hati yang lapang "Bismillahirrahmanirrahim, kita butuh Pak Guru Ori untuk memimpin desa Dulohupa lebih baik dari kemarin dan hari ini !". 

Ayo Indonesia ! Dukung Agus Pomalingo di Liga Dangdut Indonesia 2019

Banner Promo Agus Pomalingo
Audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA 2019) yang digelar di Gorontalo menarik minat dari berbagai kalangan. Bahkan, ajang pencarian bakat menyanyi ini menjadi sebuah harapan bagi para peserta untuk bisa mengubah nasib.

Salah satunya, Agus Pomalingo, peserta audisi asal kelahiran Desa Dulamayo Utara Kabupaten Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yang saat ini menjadi wakil duta dari Kota Gorontalo tempat dimana ia berdomisili saat ini. Pria berusia 24 tahun ini berharap bisa lolos menjadi wakil Provinsi Gorontalo diajang LIDA 2019 ini agar kelak bisa mengubah nasib keluarganya.

Kehidupan keluarganya yang serba kekurangan menjadi motivasi untuk ikut kontes LIDA 2019. Harapannya, jika menjadi wakil Provinsi Gorontalo dan menjadi Jawara di 3 besar nanti, dapat menambah penghasilan untuk membantu keluarga. Apalagi, sang ayahandanya tercinta Umar Pomalingo sudah tiada.

foto agus bersama Ibu Kandungnya (Ratna Kasim), Kakaknya (Firman Pomalingo) dan Adiknya (Yayan Umar Pomalingo)
Sehingga saat ini Ia dan Kakanya Firman Pomalingo menjadi tulang punggung keluarganya di Dulamayo, untuk menafkahi Ibundanya dan Adiknya Yayan Umar Pomalingo.

Karena ketidakmampuan keluarganya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perkuliahan dan rajinnya ia utk membantu keluarga, ia pun sekarang dijadikan Anak Angkat oleh Ibunda Dra. Masita Kadir, M.Pd Salah satu dosen di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Ibu Asuh Agus, Dra. Masita Kadir, M.Pd
Selain memiliki bakat menyanyi dangdut yang mempuni, Agus juga sangat rajin di dapur atau jago memasak karena sejak kecil ia juga selalu membantu Ibu Kandungnya di dapur.

"Mama saya seorang Single Parent, makanya saya harus membantunya dalam segala hal agar setidaknya dapat meringankan beban hidupnya mengurusi ketiga anaknya ini setelah Ayahanda kami tiada. Saya harus sukses, biar bisa menafkahi mama dan saudara-saudara saya. Ujar Agus sebelum bertolak ke Jakarta (Rabu, 09/01/2019).

Sejak kecil, Agus sudah terlihat bakatnya di dunia tarik suara. Dirinya juga sering diikutsertakan bernyanyi di acara perlombaan sekolah, hingga mewakili tempat ia mengenyam pendidikan sekarang di UNG dengan jurusan akademik Kesehatan Masyarakat semester akhir.

Tak hanya itu, Ia beberapa kali mengikuti kejuaraan daerah dan sempat menyabet beberapa juara, seperti kejuaraan terakhir ditingkat Nasional. Ia memperoleh juara 1 Harapan Lomba Nyanyi Tunggal Putra di Yokyakarta oktober 2018 lalu.

Hari ini nasib baik menghampiri, mahasiswwa Universitas Gorontalo ini dinyatakan lolos LIDA 2 mewakili Kota Gorontalo setelah berkompetisi dengan dua ratusan peserta lainnya yang berasal dari Provinsi Gorontalo (11/11/2018).

Selanjutnya, Agus mengikuti audisi bersama 80 duta dari 34 Provinsi se-Indonesia di Jakarta dan beradu nasib dengan dua rekannya yang lolos Melki Tamaun dan Basir kasim dari Kabupaten Boalemo.

Agus sangat mengharapkan Dukungan dari Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo, Kabupaten dimana ia lahir dan Keluarga Pomalingo se Gorontalo maupun yang tersebar diseluruh Indonesia. Terutama juga masyarakat  Kota Gorontalo daerah dimana ia berdomisili sekarang dan membawanya menjadi wakil duta dangdut di Lida 2019.

Agus juga meminta dukungan masyarakat Indonesia di ajang Lida 2019. Dukungan dari Anda semua akan otomatis juga membantu ia dalam menafkahi keluarganya yang kurang mampu di Dulamayo.


Jangan lupa dukung dan saksikan setiap penampilan AGUS di Lida 2019, dengan cara:
Ketik LIDA (spasi) AGUS
kirim ke 97288
dan VOTE di aplikasi SHOPEE

Tonton video promo Agus Lida disini:

Video musik official: "SENI MENYATUKAN" Karya Komposer asal KAB POHUWATO - GORONTALO TAYANG PERDANA DI YOUTUBE PREMIER


Lagu ini pernah di ikutkan dalam lomba cipta lagu yang digelar oleh INDOSIAR saat menjelang penutupan acara LIGA DANGDUT INDONESIA tahun 2018.

Namun, sayang lagu ini tak lolos. Darwin Tunerwijaya yang memiliki sapaan akrab Ayah, merupakan seorang musisi dangdut asal Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kami berharap, jika seandainya lagu ini bagus, kiranya para produser musik Dangdut di Ibukota dapat memproduksi kembali video ini dengan tidak lupa menghubungi pencipta lagu ini.

Lagu ini persembahan terbaik Ayah Darwin Tunerwijaya dari banyak lagu lainnya yang ia ciptakan sendiri.


Judul Lagu: Seni Menyatukan
Cipt. Darwin Tunerwijaya
Voc. Yunita Mustafa
Rilis 2018
Video Musik Official : By Abidzar Studio

saksikan videonya dibawah:

Yuyun Raih Kesempatan Terbaik Duet Bareng Rita Sugiarto


Kesempatan tak datang 2 kali, begitulah ungkapan yang pantas untuk menggambarkan apa yang dirasakan Yuyun Lukum saat mengikuti kompetisi Lida Indonesia pada konser nominasi Provinsi Gorontalo sabtu malam (24/2).

Yuyun mendapatkan kesempatan terbaiknya bisa duet bareng artis Dangdut legendaris yang biasa di sapa Bunda Rita saat di Panggung konser Nominasi, mereka menyanyikan lagu " Tersisih ".

Simak duet mereka selengkapnya melalui video ini: