Showing posts with label Gorontalo. Show all posts
Showing posts with label Gorontalo. Show all posts

Pahlawanku Idolaku, JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH !!

sumber foto : gardaindonews.com

Sukarno memperingatkan pentingnya sejarah kepada masyarakat secara umum, bukan pada siswa sekolah saja. Kalimat tersebut bahkan terkenal dengan istilah “jas merah”. Artinya, Sukarno sedang membahas inti dan puncak dari urgensi sejarah, yaitu bagaimana seharusnya kita berpijak dan mengacu pada sejarah.


“Pahlawanku Idolaku” adalah untuk mengingatkan kepada para generasi muda sebagai penerus cita-cita agar nilai perjuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun.


Sudah disadari semuanya bahwa dinamika perubahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat desa dulohupa saat ini masih terdapat permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran  dan lainnya yang bisa mengganggu kelangsungan keharmonisan bermasyarakat.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut kita harus bahu-membahu bersama-sama melakukan segala upaya agar impian dan harapan menjadi Dulohupa yang Madani, berdaulat adil, makmur sejahtera dapat menjadi kenyataan.


Modal sosial yang harus diperkuat adalah menjaga jati diri sebagai warga yang hebat untuk membangun Desa Dulohupa yang lebih kuat, kokoh dan harmonis dalam bingkai Dulohupa yang Madani.


Semangat kepahlawanan dalam perjuangan yang dipresentasikan dalam bentuk cinta Desa Dulohupa, pantang menyerah, peduli dan berbagi toleransi harus menjadi sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi waktu kini dan akan datang.


Dulohupa yang saat ini menjadi Desa yang berdaulat dan terhormat bukan hadiah atau pemberian dari manapun, tetapi telah melalui proses perjuangan panjang dan dipenuhi pengorbanan yang luar biasa oleh pendiri desa terdahulu.


Jika masyarakat, Pemerintah dan lembaga desa menjadi satu, maka tidak ada yang bisa menghalangi Desa Dulohupa menjadi Desa yang lebih kuat di Kecamatan Telaga.


Salam cerdas dari Bapak Orion Daud, S.Pd, calon kades no urut 1.

sumber foto : https://slideplayer.info/slide/4084049/

UNTUKMU YANG SEDANG MENGENAKAN TOPENG

topeng via http://ganlob.com

Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) saat ini sedang berproses menuju puncaknya di tahun 2022 mendatang. Sebagai alumni Fasilitator di program ini, merasa sangat bangga atas pencapaian program di kelurahan maupun desa saat ini. Senangnya ketika melihat senyum sumringah masyarakat yang sebelumnya terdampak akibat lingkungannya yang kumuh menjadi lingkungan paling indah. Mereka terlihat sehat, bahagia serta bersyukur atas adanya program ini.


Semua ini tak lepas dari peran penting Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta relawan dan masyarakat setempat, yang telah berjuang keras dalam menyusun perencanaan yang begitu apik. Sehingga melahirkan perencanaan kawasan bebas kumuh yang sangat matang dan terukur.


"Pengorbanan yang tak pernah berujung" kata sebagian dari mereka, kini telah berujung nikmat nan indah bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada di kawasan itu saja, tapi juga dirasakan oleh seluruh masyarakat di desa/kelurahan itu.


Sayangnya, sangat miris ketika aset yang susah payah di bangun oleh BKM, KSM, Relawan dan Masyarakat khususnya di kampung sendiri, mulai di agung-agungkan untuk kepentingan yang bukan pada tempatnya.


Seolah-olah berkat mereka yang menggunakan aset ini sebagai alat bagi kepentingannya, menganggap pencapaian ini terjadi berkat dirinya. Hidup penuh dengan kepura-puraan, sadarlah... sejatinya berkat gotong royong masyarakatlah impian bebas kumuh diwilayah itu terpenuhi.


Penghargaan yang dibuat-buatpun kini nampak sekali untuk kepentingannya itu, membuat topeng baginya seakan membenarkan tentang hatinya yang telah ditutupi oleh hasratnya untuk meraih kepentingannya sendiri. Apakah lupa jika yang sedang dilakukan itu telah mengabaikan semua pengorbanan BKM, KSM serta Relawan dan masyarakat?


Sedikitpun rasa malu tak pernah telintas dipikirannya sebelum melakukannya. Seharusnya sadar, bahwa yang paling pantas menerima penghargaan setitingginya adalah masyarakat, yang tak lain dipelopori oleh Badan Keswadayaan Masyarakat.


Saya sedih dengan kondisi ini. Tapi.... yah sudahlah... masyarakatlah yang paling tau alur cerita sesungguhnya.


Mmmmmm, BDW.... Tak lupa ucapan terima kasih banyak saya haturkan kepada teman-teman Fasilitator, tim Korkot, dan tim OSP yang sudah mendampingi dan menghantarkan masyarakat hingga sampai ke status bebas Kumuh (walaupun sebagian desa/kelurahan mungkin belum, hehe).


Program KOTAKU memang luar biasa !!!

Semangat terus buat semua teman-teman disana !!

Dulohupa dan sebagian besar Desa/Kelurahan di Gorontalo benar-benar telah BERANI BERUBAH !

*Salam Pemberdaya!!*

==========================

Link dibawah ini adalah tulisan akhir saya untuk KOTAKU GORONTALO.

BACA ARTIKEL : OSP 8 Gorontalo Gelar Pelatihan Tim Korkot-Fasilitator


Nostalgia yang tak terlupakan adalah menulis, mengabarkan kepada Nasional tentang apa yang kita lakukan saat itu. Masya Allah, indah sekali.


Video musik official: "SENI MENYATUKAN" Karya Komposer asal KAB POHUWATO - GORONTALO TAYANG PERDANA DI YOUTUBE PREMIER


Lagu ini pernah di ikutkan dalam lomba cipta lagu yang digelar oleh INDOSIAR saat menjelang penutupan acara LIGA DANGDUT INDONESIA tahun 2018.

Namun, sayang lagu ini tak lolos. Darwin Tunerwijaya yang memiliki sapaan akrab Ayah, merupakan seorang musisi dangdut asal Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kami berharap, jika seandainya lagu ini bagus, kiranya para produser musik Dangdut di Ibukota dapat memproduksi kembali video ini dengan tidak lupa menghubungi pencipta lagu ini.

Lagu ini persembahan terbaik Ayah Darwin Tunerwijaya dari banyak lagu lainnya yang ia ciptakan sendiri.


Judul Lagu: Seni Menyatukan
Cipt. Darwin Tunerwijaya
Voc. Yunita Mustafa
Rilis 2018
Video Musik Official : By Abidzar Studio

saksikan videonya dibawah:

Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON - EMIL TEKEN MOU

Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON & EMIL TEKEN MOUFoto Humas KabGor
HULONTHALO.net, - Menjalin kerjasama implementasi program pengembangan smart city dengan pemerintah Kota Bandung, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo secara langsung bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Pertemuan kedua Pimpinan daerah ini berbuah kesepakatan.Keduanya, Nelson -Emil langsung wujudkan dengan Nota kesepahaman Penandatangan MoU dalam rangka Pengembangan Program Sister City.

Kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan  kota bandung mengenai smart city_nya, imana semua pembangunan berdasarkan IT. ini didukung oleh infrastruktur dan SDM yang memadai.

Walikota Ridwan Kamil dalam paparannya menyampaikan  dalam membangun kota bandung kami ditunjangan dan inovasi bagi ASN yang menciptakan konsep berbasis IT. Disamping itu pula didukung demgan dana CSR yang lumayan banyak untuk pemgembangan infrastruktur dan  mempertinggi happy indeks. Sehingga program e-budgeting dan e planning bisa dilaksanakan.
Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON & EMIL TEKEN MOU
 Foto Humas KabGor
Pada prinsipnya konsep inovasi bagi kami adalah dengan pelayanan motto negara hadir di masyarakat, berbagai pelayanan kami bawah turun ke desa untuk masyarakat.

Walikota dengan sapaan Emil itu mengungkapkan, pola ini kami jalankan dengan nama segi tiga "managing bandung".segitiga ini diantara perpaduan Innovation, Collaboration dan Desentralitation.

Masih Kata Emil, dengan kedatangan Pemkab Gorontalo menyambut baik, mudah-mudahan akan tercipta hubungan yang baik dan kami Pemerintah Kota Bandung akan mendukung harapan Pemkab Gorontalo.

Sementara itu Bupati Gorontalo Prof. Nelson menyampaikan, hal menarik ketertarikan di Kota bandung ini adalah ada tiga Pertama penerapan konsep IT. Karena, dengan konsep IT ini semua bisa efisiensi, lebih transparan dan lebih cepat.

Kedua, Sumber Daya Manusia( SDM). Walikota Ridwan Kamil mendorong SDM benar-benar diperkuat pada jajaran pemerinfahan.dan ketiga, kerjasama, Kolaborasinya terutama dalam rangka penggalangan dana.

Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON & EMIL TEKEN MOU
Foto Humas KabGor
Oleh karena itu, hal yang  dikerjasamakan disini pada intinya IT. disisi lain, kita juga melihat konsep inovasi kolaborasi,kerjasama yang dilakukan Walikota bersama jajarannya.

"Titik centralnya konsep IT kita kerjasamakan, IT ini terutama E-B Chating ,E-planning Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah termasuk Bandung Command Center," Tukas Nelson.
Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON & EMIL TEKEN MOU
 Adopsi Konsep Samrt City Kota Kembang, NELSON & EMIL TEKEN MOU
Foto Humas KabGor

"Kabupaten Gorontalo sendiri tahun 2018 mempercepat konsep E-B Chating dan E-Planning sistem informasi perencanaan.Tahun 2018 akan di anggarkan,"Pungkas Nelson. (Irfan/Humas)

Dibuka Gubernur Riau, Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa, Prof Nelson Sebut Kegiatan FKI Sangat Menginspirasi

 Festival Kelapa Internasional (FKI) dan Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) di Kabupaten Indragiri Hilir
Foto: Humas KabGor
HULONTHALO.net,- Festival Kelapa Internasional (FKI) dan Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) di Kabupaten Indragiri Hilir, resmi dibuka. Pembukaannya dilakukan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Sabtu sore (9/9/2017).

Dalam sambutannya, Gubernur Riau memberi penghargaan yang luar biasa kepada Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan, atas pelaksanaan FKI tersebut. Dengan pelaksanaan FKI tersebut semakin menunjukkan komitmen Bupati Inhil HM Wardan untuk mengangkat kelapa Inhil.

"Dengan penyelenggaraan Festival Kelapa ini, tentu akan memberikan informasi potensi di Inhil ini hingga ke seluruh dunia. Kita berharap dengan ini, akan membawa dampak positif kepada masyarakat Inhil, khususnya para petani kelapanya," tegas gubernur yang biasa disapa Andi Rahman itu pada sambutannya saat membuka pelaksanaan FKI 2017.

Komitmen Bupati Inhil HM Wardan untuk mengangkat potensi kelapa di Inhil, sambung Andi Rahman, merupakan langkah yang luar biasa. Dan mengangkat kelapa berarti mengangkat harkat masyarakat langsung.

"Bicara kelapa berarti bicara rakyat. Sebab, 90 persen dari total perkebunan kelapa itu adalah milik rakyat langsung dan bukan milik perusahaan," katanya.

Dipaparkan Andi, dari 515 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Provinsi Riau, 430 ribuan hektarnya atau sekitar 81 persen berada di Inhil. Dengan luasannya yang sangat besar dan mayoritas dikuasai oleh rakyat itu, sambung Andi, tentu harus disikapi oleh Pemkab Inhil untuk jangan ragu mengangkatnya terus.

"Ke depan agar terus memperhatikan kelapa ini termasuk untuk terus pada programnya dalam penyelamatan perkebunan kelapa di Inhil ini. Jangan ragu mendukung perbaikan kelapa rakyat, karena ini akan menopang petani di Inhil," pungkasnya.

 Festival Kelapa Internasional (FKI) dan Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) di Kabupaten Indragiri Hilir
Foto: Humas KabGor
Sementara itu Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa (KPK) Prof Dr Nelson Pomalingo yang juga Bupati Gorontalo mengatakan,  kegiatan FKI ini menjadi inspirasi bagi dirinya untuk lebih mengembangkan kelapa di Gorontalo.

Dia menyatakan salut terhadap pengembangan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, sehingga kelapa benar-benar telah menjadi budaya di masyarakat. Bahkan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir telah bisa diolah menjadi beragam jenis kuliner, dan jadi inspirasi penciptaan seni tari "Kelapa".

Kegiatan FKI ini, kata Prof Nelson, juga telah mempertemukan para petani, dengan sejumlah pemerintah daerah penghasil kelapa dan investor atau pengusaha. "Selain itu, FKI ini juga dihadiri oleh wakil dari Belanda, China, India, Filipina, dan sejumlah negara lain, sehingga tentu akan berdampak positif bagi pengembangan kelapa ke depannya,"  tambah Prof Nelson.

 Festival Kelapa Internasional (FKI) dan Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) di Kabupaten Indragiri Hilir
Foto: Humas KabGor
Diungkapkannya pula, sejumlah inisiator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa pada tanggal 14 September 2017 akan bertemu dengan Menteri Pertanian untuk membahas permasalahan pengembangan kelapa ini. (Humas KabGor)

Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa Prof. Nelson Pomalingo Hadiri Festival Kelapa Internasional di Indragiri Hilir

Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa Prof. Nelson Pomalingo Hadiri Festival Kelapa Internasional di Indragiri Hilir
Foto/Humas Kab.Gor
HULONTHALO.net,- Festival Kelapa Internasional (FKI) digelar di Kabupaten Indragiri Hilir, dari tanggal 8 sampai 11 September 2017.  Kegiatan ini diselenggarakan guna memperingati Hari Kelapa se-Dunia yang jatuh pada tanggal 2 September 2017.

Tamu - tamu asing dari berbagai negara hadir dalam festival ini, terutama wakil dari negara yang terhimpun dalam Asian and Pacific Coconut Community (APCC).

Tampak juga hadir, Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa (KPK) Prof Dr Nelson Pomalingo yang juga Bupati Gorontalo, pada pembukaan kegiatan ini, Sabtu pagi tadi (9/9/2017).

FKI ini diisi dengan berbagai kegiatan yang meliputi Gala Diner, Pameran dan Bazar, Field Trip.

Prof Dr Nelson Pomalingo menyambut baik kegiatan FKI ini. "Perkebunan kelapa kita adalah yang terbesar di dunia. Ada tiga juta hektare tanaman kelapa di Indonesia, sehingga kegiatan ini patut kita sambut baik, untuk mengingatkan semua pihak, betapa besarnya potensi kelapa kita,"  ujar Prof Dr Nelson.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan mengungkapkan Festival Kelapa Internasional yang digelar di Indragiri Hilir bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi usaha kepada dunia terhadap sektor perkebunan kelapa yang besar di kabupatennya.

"Pemkab Inhil membuka pintu investasi bagi pelaku usaha maupun pemerintah yang hendak membangun industri perkelapaan di Kabupaten ini," ujar Wardan dalam sambutan Gala Dinner Festival Kelapa Internasional 2017, Tembilahan, Jumat (8/9/2017).

Ia mengaku, Indragiri Hilir kini membutuhkan peran serta dari pemerintah pusat dan provinsi serta pelaku usaha dalam meningkatkan industri kelapa di Riau. Pasalnya, sekitar 23 persen perkebunan kelapa yang luasnya mencapai 100 ribu hektar kini tengah mengalami kerusakan parah akibat intrusi air laut.

Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Pemerhati Kelapa Prof. Nelson Pomalingo Hadiri Festival Kelapa Internasional di Indragiri Hilir
Foto/Humas Kab.Gor
Peran serta tersebut, selain dengan menanamkan investasi di industri kelapa yang mayoritas diproduksi sebagai kopra ini, masyarakat membutuhkan modal untuk menyelamatkan ancaman intrusi dengan pembangunan Trio Tata Air; tanggul, normalisasi kanal dan pintu klap.

"Selama ini masyarakat mengeluhkan ancaman intrusi air laut itu. Kita sudah menemukan caranya, namun banyak masyarakat tidak mempunyai modal yang besar untuk membangun tanggul, pintu klap maupun menormalisasi kanal," ujar Wardan.

Di Kabupaten yang berjuluk Negeri Seribu Parit tersebut terdapat 429.110 hektare hamparan kelapa.

Bupati Inhil, HM Wardan berharap, dengan FKI ini peluang investasi di sektor perkebunan di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

"Masyarakat juga ingin stabilitas harga Kelapa. Dulu harga kelapa Rp 500 per butir, 3 tahun terakhir ini harga Kelapa naik hingga Rp 3.400 per kg, beberapa bulan ini sempat turun hingga Rp 1.700 per butir. Alhamdulillah hingga hari ini kelapa naik menjadi Rp 2.200 per kg," kata Wardan. (HumaKabGor)

Bupati Gorontalo Perjuangkan Usulan Dana Penanganan Tanggap Darurat di BNPB Pusat

 Bupati Gorontalo Perjuangkan Usulan Dana Penanganan Tanggap Darurat di BNPB Pusat
 Foto: Humas

Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo didampingi Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Husni Deka melakukan pertemuan dengan Direktur Tanggap Darurat BNPB Pusat Junjungan Tambunan di ruang kerja, Jumat (8/9).

Pertemuan tersebut dimaksudkan dalam rangka memperjuangkan beberapa usulan terkait dana penanganan tanggap darurat untuk bencana di Kabupaten Gorontalo.

Diterangkan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, memang benar hari ini saya ketemu dengan direktur Tanggap Darurat BNPB pusat bapak Junjungan Tambunan.

"Alhamndulillah, beberapa usulan proposal permohonan bantuan angaran dana tanggap darurat untuk berbagai bencana sudah di ACC dan tahun ini akan segera ditindak lanjutnya,"Ungkap Bupati.

Beliau Pak Bambang juga saat mengusulkan kepada saya, Agar untuk mengantisipasi tanggap darurat bencana pada sisa bulan berjalan berjalan tahun 2017 ini agar segera mempercepat permohonan proposal bantuan guna mengantisipasi terjadinya bencana.

Bupati mengatakan, Pemda segera juga melakukan pendataan masyarakat yamg tinggal di wilayah pesisir danau limboto sering kebanjiran. Ya mereka dicatat untuk dibantu pembangunan rumah.

"Oleh Karena itu dengan tawaran ini kami akan segera melakukan pendataan bagi warga pesisir danau limboto.ini akan diperjuangan.Insya Allah ini awal yang baik bagi masyarakat kita yang tinggal di pesisir danau Limboto," Ungkap Bupati Nelson.

Sumber Berita : HUMAS Kab. Gorontalo